Allah menjadikan kamu cinta kepada keimanan dan menjadikan iman itu indah dalam hatimu...
Senin, 07 April 2014
Saat Sang Putri Mencari Suami
Suatu ketika Nuh bin Maryam, penguasa dan qodhi diwilayah Maru di turkmenistan, hendak menikahkan putrinya yg cantik, cerdas, dan anggun.
Maka berdatanganlah para pembesar dan putra2 bangsawan melamarnya dgn menawarkan mas kawin yg banyak,
Namun sang putri terlihat enggan menerima pinangan2 itu.
Hal itu membuah sang Ayah bingung, dan ia pun tak mau memilihkan calon untuk putrinya, karena akan mengecewakan yg lainnya.
Hingga suatu ketika ia benengok kebun anggur-nya, yg sejak 2bulan lalu, dijaga oleh Mubarok seorang budak dr india.
Nuh berkata
"Hai Mubarok, ambilkan aku setangkai anggur"
Lalu mubarok memberikan anggur tsb, tp ketika dimakan rasanya masam.
Lalu Nuh meminta dipetikkan lg, ternyata kembali dapat yg masam.
Nuh bertanya
"Subhanallah, Sdh 2 bulan kau tinggal di kebun ini, tp belum bs mengerti jg mana anggur yg manis atau asam"
Mubarok menjawab
"... Hamba belum pernah merasakannya tuan, jd belum mengerti"
"Kenapa kau tidak mencobanya" tanya Nuh
Mubarok menjawab
"Karena tuan hanya menyuruh hamba mengurusnya, dan tidak menuruh memakannya, maka hamba tdk akan berkhianat"
Rupanya Mubarok bukan sekedar seorang budak, namun seorang yg ahli ibadah dan taat pd Allah.
Singkat kisah Nuh menjodohkan Mubarok kpd Putrinya,
Masya Allah...
Sang putri cantik itu menerima sang budak jd suaminya, padahal pangeran2 tampan telah ia tinggalkan
Dan dari mereka lahirlah Abdullah bin Mubarok seorang Ulama Besar dikalangan Tabiin.
Hikmah:
.͡▹ Memilih suami/istri itu utamakan taqwanya, jgn menolaknya karena ga ganteng dan ga kaya.
.͡▹ Menjaga Amanah dan menjauhi yg syubhat-haram, Allah ganti dg yg lebih baik
.͡▹ Generasi terbaik lahir dari teladan orang tuanya
Ismeidas
KomunitasInfaq-BBM (BarangBekasManfaat)
Agar Keluarga dan hidup dalam naungan keberkahan 1.
Ketika hidup seakan oleng, ga nyaman, bahkan bermasalah, ini salah satu sinyal hidup ga mendapat keberkahan.
Gitu jg ketika harta yg kita memiliki ga membawa kita pada kebahagiaan dan ketenangan, maka boleh jadi harta kita ga berkah.
Kalau hidup udah nyaman berarti udah berkah, gitu?
Belom tentu
Berkah cirinya an-nama wa az-ziyadah, numbuh dan nambah.
Apa yg bertambah?
- tambah kebaikannya,
- tambah tambah dekat pada Allah.
- tambah manfaatnya pd sesama, dan semesta
.͡▹ Jadi kalau gaji nambah banyak, jabatan nambah naik, tp kelakuan ga nambah baik, maka berarti belom berkah.
"Sebaik-baik manusia adalah yg panjang umurnya dan baik amalannya"
.͡▹ Ataupun kalo serasa nambah bahagia hidupnya, tp ga nambah deket sama Allah, tp jauh dari alQuran dan ga nambah rutin ibadahnya, berarti bahagianya tipuan, belom berkah.
"Jika sekiranya penduduk negri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka keberkahan dari langit dan bumi..."
.͡▹ Atau kita merasa sukses dan udah happy, tp kalo diri dan harta kita kurang manfaat buat sesama ya berarti belom berkah.
"Manusia terbaik yg paling manfaat bagi manusia".
"Bukan disebut kebaikan sampai kalian menginfaqkan apa2 yg kalian cintai"
Ismeidas
KomunitasInfaq-BBM (BarangBekasManfaat)
Cinta Yang Melindungi
Dikisahkan dari Bakr bin Abdullah al-Muzni, bahwa seorang tukang jagal sangat tertarik pada wanita tetangganya.
Suatu hari gadis itu disuruh keluar rumah oleh ayahnya untuk membeli kebutuhan rumah tangga mereka.
Sang lelaki mengikutinya, dari belakang.
Di tempat yang sepi, sang lelaki merayu dan menggoda si wanita.
Namun sang wanita menolak
“Jangan lakukan, sesungguhnya cintaku padamu, lebih besar dari cintamu kepada diriku, tapi aku takut kpd Allah,”
Sang lelaki tersentak dan berkata.
"Ya Allah…! Engkau saja takut kepada Allah, kenapa aku tidak?”
Jawaban si gadis benar-benar membuat sang lelaki sadar, lalu bertobat setobat-tobatnya.
Dalam perjalanan ia mengalami rasa haus yg begitu kuat, hingga kerongkongannya seakan hampir putus, lalu ia bertemu dengan seorang orang saleh Bani Israii.
“Ada apa dengan dirimu?’ tanya orang saleh.
Ia menceritakan kondisinya
“Kalau begitu, mari kita berdoa kepada Allah agar Allah melindungi kita dengan awan-Nya sampai kita tiba di kampung.” Ajak orang sholeh tsb
“Saya tidak punya amal baik apa-apa, pasti Allah tidak mengabulkan doa saya,” kata sang lelaki
“Tidak apa-apa. Saya yg berdoa, engkau yg mengamini doa saya.”
Orang saleh itu pun berdoa, dan sang lelaki mengamininya.
Dan awan datang melindungi mereka sampai tiba di tujuan.
Begitu tiba di kampung, rupanya awan masih terus mengikuti. Ketika ia berbelok, awan berbelok melindunginya.
Awan selalu mengirinya ke mana ia pergi.
Kini orang saleh yang heran.
“Saya kira engkau benar-benar tidak punya amal baik seperti yang engkau katakan tadi. Tetapi rupanya ketika saya berdoa dan engkau mengamini doa saya, Allah mengabulkan dan awan pun mengiringi kita. Sekarang bahkan awan itu terus mengirimu. Ada apa rupanya dengan dirimu?”
Sang lelaki pun menceritakan kisah tobatnya
Orang saleh menjawab,
“Sungguh, orang yang bertobat kepada Allah berada di suatu tempat yang tidak bisa orang lain mencapainya."
Hikmah
-Cinta sejati bukan sekedar perasaan
-Cinta sejati akan mencegah kita berbuat dosa
-Cinta sejati mampu membimbing kita ke jalan yg benar kembali pd Allah
-Allah mengabulkan doa orang yg bertaubat
-Taubat akan mengangkat kita menjadi mulia
Ismeidas
KomunitasInfaq-BBM (BarangBekasManfaat)
Lewat Jalan apa kita menyusul mereka...?
Kawan...
Lewat Jalan apa kita menyusul mereka...?
Ingatkah kau akan kisah seorang pemimpin yg telah menaklukan Caesar Romawi dan Kisra maharaja persia.
Ia lah Khalifah yg makanannya roti keras ala kadarnya, baju dari kain kasar seadanya, dgn tambalan-tambalan yg menghiasinya.
Ia lah orang yg disebut
"Jika berkata pasti didengar, jika berjalan pasti cepat dan jika memukul pasti mematikan"
ia lah Umar yg menjadikan kekayaannya jalan menuju syurga.
Ia memilih jd teladan kesederhanaan yg menjadi inspirasi generasi2 tangguh ditiap zamannya.
Kisah Khalifah Umar Memilih Jalan Kesederhanaan
Maka hari itu bbrp sahabat berkumpul, Utsman Ra, Ali Ra, Tholhah Ra dan Zubair Ra.
Meraka sepakat tuk mengusulkan tambahan gaji tuk Khalifah Umar.
Namun tak satupun yg berani tuk bersuara pd Umar.
Utsman tak kehilangan kecerdikannya, ia minta Hafshoh putri Umar, sang Ummul Mukminin tuk menyampaikannya.
Dgn berdebar Hafshoh Ra menyampaikan dgn hati2.
Tp apa jawab Umar
"Siapa yg mengutusmu tuk hal ini"
Hafshoh berkilah
"Tak seorang pun"
"Tidak, pasti ada sekolompok orang yg mengutus mu, kalau aku tau niscaya aku adili mereka" kata umar
Lalu Umar berkata lg
"Engkau dulu istri Rosulullah saw, jawablah, bagaimana pakaiannya?"
"Dua helai" jawab hafshoh
"Apa makanan yg paling mewah disana?" Tanya umar
"Roti gandum yg direndam dgn minyak samin"
"Bagaimanakah tempat tidur terbaik disana" tanyanya lg
Hafshoh menjawab
"Kain yg kasar, jika musim panas kami bentangkan, jika musim dingin kami bentangkan separuhnya, separuhnya kami jadikan selimut"
Lalu Umar berkata
"Hai hafshoh sampaikan pd Orang2 yg mengutusmu.
Sesungguhnya aku dgn 2 sahabatku-Rosulullah dan Abu Bakar- spt 3 org yg meniti sebuah jalan.
Org pertama sudah sampai ketempatnya.
Lalu Org kedua mengikutinya dgn jalan sama, maka ia berkumpul dgn yg pertama.
Dan orang yg ketiga (Umar) jika ia tetap setia dgn jalan yg dilalui pendahulunya, dan puas dgn bekal yg dimiliki keduanya, maka ia akan bergabung dgn mereka.
Namun jika ia memilih jalan lain, niscaya ia tdk akan berkumpul dgn keduanya"
Itulah jawaban sang khalifah yg luar biasa.
Lalu bagaimana dgn kita..?
Lewat jalan mana kita akan menyusul mereka...?
Ismeidas- KomunitasInfaq-BBM (BarangBekasManfaat)
Lewat Jalan apa kita menyusul mereka...?
Ingatkah kau akan kisah seorang pemimpin yg telah menaklukan Caesar Romawi dan Kisra maharaja persia.
Ia lah Khalifah yg makanannya roti keras ala kadarnya, baju dari kain kasar seadanya, dgn tambalan-tambalan yg menghiasinya.
Ia lah orang yg disebut
"Jika berkata pasti didengar, jika berjalan pasti cepat dan jika memukul pasti mematikan"
ia lah Umar yg menjadikan kekayaannya jalan menuju syurga.
Ia memilih jd teladan kesederhanaan yg menjadi inspirasi generasi2 tangguh ditiap zamannya.
Kisah Khalifah Umar Memilih Jalan Kesederhanaan
Maka hari itu bbrp sahabat berkumpul, Utsman Ra, Ali Ra, Tholhah Ra dan Zubair Ra.
Meraka sepakat tuk mengusulkan tambahan gaji tuk Khalifah Umar.
Namun tak satupun yg berani tuk bersuara pd Umar.
Utsman tak kehilangan kecerdikannya, ia minta Hafshoh putri Umar, sang Ummul Mukminin tuk menyampaikannya.
Dgn berdebar Hafshoh Ra menyampaikan dgn hati2.
Tp apa jawab Umar
"Siapa yg mengutusmu tuk hal ini"
Hafshoh berkilah
"Tak seorang pun"
"Tidak, pasti ada sekolompok orang yg mengutus mu, kalau aku tau niscaya aku adili mereka" kata umar
Lalu Umar berkata lg
"Engkau dulu istri Rosulullah saw, jawablah, bagaimana pakaiannya?"
"Dua helai" jawab hafshoh
"Apa makanan yg paling mewah disana?" Tanya umar
"Roti gandum yg direndam dgn minyak samin"
"Bagaimanakah tempat tidur terbaik disana" tanyanya lg
Hafshoh menjawab
"Kain yg kasar, jika musim panas kami bentangkan, jika musim dingin kami bentangkan separuhnya, separuhnya kami jadikan selimut"
Lalu Umar berkata
"Hai hafshoh sampaikan pd Orang2 yg mengutusmu.
Sesungguhnya aku dgn 2 sahabatku-Rosulullah dan Abu Bakar- spt 3 org yg meniti sebuah jalan.
Org pertama sudah sampai ketempatnya.
Lalu Org kedua mengikutinya dgn jalan sama, maka ia berkumpul dgn yg pertama.
Dan orang yg ketiga (Umar) jika ia tetap setia dgn jalan yg dilalui pendahulunya, dan puas dgn bekal yg dimiliki keduanya, maka ia akan bergabung dgn mereka.
Namun jika ia memilih jalan lain, niscaya ia tdk akan berkumpul dgn keduanya"
Itulah jawaban sang khalifah yg luar biasa.
Lalu bagaimana dgn kita..?
Lewat jalan mana kita akan menyusul mereka...?
Ismeidas- KomunitasInfaq-BBM (BarangBekasManfaat)
Indahnya Berukhuwah di Jalan Allah
Ketika Orang-orang yg beriman menyelamatkan saudara-saudaranya dari api neraka
"Maka orang2 mukmin melewati (shirot) spt kejapan mata, spt kilat spt angin, spt burung, dan spt berlari secepat kuda, spt kendaraan.
Lalu ada yg selamat, ada yg dirobek, dan ada juga yg dilempar keneraka jahannam, sehingga orang2 beriman terbebas dari neraka.
Maka demi Zat yg jiwaku ada ditangan-Nya,
Tidak seorangpun dari kalian yg paling keras permohonannya pd Allah untuk suatu kebenaran, daripada Orang2 yg beriman kpd Allah, untuk saudara2nya yg berada dineraka.
Mereka berdo'a
'Robbanaa mereka dulu berpuasa bersama kami, mereka sholat dan mereka berhaji (bersama kami)'
Lalu dikatakan kepada mereka
'Keluarkanlah siapa2 yg kalian kenali, maka jasad2 mereka diharamkan dari api neraka'..."
(Muttafaqun 'alaih)
Ismeidas KomunitasInfaq-BBM (BarangBekasManfaat)
"Maka orang2 mukmin melewati (shirot) spt kejapan mata, spt kilat spt angin, spt burung, dan spt berlari secepat kuda, spt kendaraan.
Lalu ada yg selamat, ada yg dirobek, dan ada juga yg dilempar keneraka jahannam, sehingga orang2 beriman terbebas dari neraka.
Maka demi Zat yg jiwaku ada ditangan-Nya,
Tidak seorangpun dari kalian yg paling keras permohonannya pd Allah untuk suatu kebenaran, daripada Orang2 yg beriman kpd Allah, untuk saudara2nya yg berada dineraka.
Mereka berdo'a
'Robbanaa mereka dulu berpuasa bersama kami, mereka sholat dan mereka berhaji (bersama kami)'
Lalu dikatakan kepada mereka
'Keluarkanlah siapa2 yg kalian kenali, maka jasad2 mereka diharamkan dari api neraka'..."
(Muttafaqun 'alaih)
Ismeidas KomunitasInfaq-BBM (BarangBekasManfaat)
Senin, 28 November 2011
hijrah: meninggalkan apa-apa yg Allah Benci menuju kasih sayang Allah
by:ismeidas makfiansah
hijrah secara bahasa berasal dari kata hajaro yang berarti berpindah dari suatu tempat ke tempat lain, dari suatu keadaan ke keadaan yang lain
Secara harfiyah, hijrah itu berarti turku yang artinya meninggalkan,
Hijrah dalam makna sempit yaitu seseorang meninggalkan negerinya ataupun lingkungannya karena Allah dan rasul-Nya. karena negeri yang dia tinggalkan adalah negeri kekufuran sehingga dia sulit untuk menegakkan agamanya.
Maka dia berhijrah untuk mengamalkan agamanya atau menjaga dirinya dari kesesatan.
dalam makna yg luas Hijrah berarti meninggalkan apa-apa yang Allah benci, (segala adat dan kebiasaan jelek , kemaksiatan serta kebathilan) dan melangkah mendekati (taqorrub) Allah Swt
hijrahlah segera...
untuk itu saudaraku para pemuda islam hijrahlah dari lingkungan rusakmu, bila tak sanggup kau merubahnya, karena ia akan mewarnaimu dan melunturkan aqidahmu, merusak akhlaqmu, merendahkan martabatmu.
hijrahlah dari kebiasaan burukmu, dari akhlaq kasarmu, hijrahlah dari gaya hidup yg mendekati zina, dekat pada kemaksiatan, fikiran yg mesum dan keji, hayal-hayalan tinggi,
hijrahlah dari kebiasaan mengidolakan orang-orang kafir, baik artis ataupun olaharagawan..
hijrah dari kemalasan dan narsis yg mendarah daging...
Rosul mengingatkan bahwa hijrah adalah Meninggalkan apa-apa yg Allah larang atau benci
وَالْمُهَاجِرُ مَنْ هَجَرَ مَا نَهَى اللَّهُ عَنْهُ
orang yang hijrah adalah orang yang hijrah dari apa yang telah dilarang Allah swt. (H.R. Bukhari, Abu Dawud, dan Nasa’i)
hijrah juga bermakna meninggalkan dosa dan menegakkan ibadah kita
الْهِجْرَةُ أَنْ تَهْجُرَ الْفَوَاحِشَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ وَتُقِيمَ الصَّلَاةَ وَتُؤْتِيَ الزَّكَاةَ ثُمَّ أَنْتَ مُهَاجِرٌ وَإِنْ مُتَّ بِالْحَضَرِ
"Hijrah itu adalah engkau jauhi perbuatan keji baik yang nampak maupun yang tidak, engkau tunaikan shalat dan zakat, dan engkau disebut seorang muhajir meskipun engkau meninggal di tempat."(HR. Ahmad dan Bazzar).
hijrah berarti meninggalkan dosa dan kemusyrikan
وَالرُّجْزَ فَاهْجُرْ
"dan Rujza maka tinggalkanlah (hijrahlah)" almudatsir:5
ulama memaknai rujza dengan makna dosa dan juga berhala, maka hijrahlah haruslah membuat kita meninggalkan kemaksiatan dan kemusyrikan
hijrah adalah perjalanan menuju kasih sayang Allah
أُوْلئِكَ يَرْجُونَ رَحْمَةَ اللهِ
“Mereka itu mengharapkan rahmat Allah“, 2:218
ini adalah visi kehidupan manusia, mencari rahmat Allah kasih sayang Allah, berharap cinta Allah apapun resikonya...
maka orang yang hijrah siap meninggalkan yang ia cintai ,negeri, harta, keluarga dan teman sejawatnya untuk mendekatkan diridiri kepada Allah
Balasan Bagi Orang yang Berhijrah...
" Orang-orang yang beriman, berhijrah dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan diri mereka, adalah lebih tinggi derajatnya di sisi Allah; dan itulah orang-orang yang mendapat kemenangan (QS 9:20).
Barangsiapa berhijrah di jalan Allah, niscaya mereka mendapati di muka bumi ini tempat hijrah yang luas dan rezki yang banyak. Barangsiapa keluar dari rumahnya dengan maksud berhijrah kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian kematian menimpanya (sebelum sampai ke tempat yang dituju), maka sungguh telah tetap pahalanya di sisi Allah. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.(4:100)
ثُمَّ إِنَّ رَبَّكَ لِلَّذِينَ هَاجَرُوا مِنْ بَعْدِ مَا فُتِنُوا ثُمَّ جَاهَدُوا وَصَبَرُوا إِنَّ رَبَّكَ مِنْ بَعْدِهَا لَغَفُورٌ رَحِيمٌ
Dan sesungguhnya Tuhanmu (pelindung) bagi orang-orang yang berhijrah sesudah menderita cobaan, kemudian mereka berjihad dan sabar; sesungguhnya Tuhanmu sesudah itu benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. 16:110
dalam ayat-ayat diatas ada banyak balasan untuk orang yg berhijrah...
1.Allah tinggikan derajatnya
2.Allah berikan kemenangan/kesuksesan
3.kelapangan hidup
4.rizki yang banyak
5.Allah berikan pahala
6.Allah berikan ampunan
7.Allah sayangi
8. Allah lindungi
hijrah secara bahasa berasal dari kata hajaro yang berarti berpindah dari suatu tempat ke tempat lain, dari suatu keadaan ke keadaan yang lain
Secara harfiyah, hijrah itu berarti turku yang artinya meninggalkan,
Hijrah dalam makna sempit yaitu seseorang meninggalkan negerinya ataupun lingkungannya karena Allah dan rasul-Nya. karena negeri yang dia tinggalkan adalah negeri kekufuran sehingga dia sulit untuk menegakkan agamanya.
Maka dia berhijrah untuk mengamalkan agamanya atau menjaga dirinya dari kesesatan.
dalam makna yg luas Hijrah berarti meninggalkan apa-apa yang Allah benci, (segala adat dan kebiasaan jelek , kemaksiatan serta kebathilan) dan melangkah mendekati (taqorrub) Allah Swt
hijrahlah segera...
untuk itu saudaraku para pemuda islam hijrahlah dari lingkungan rusakmu, bila tak sanggup kau merubahnya, karena ia akan mewarnaimu dan melunturkan aqidahmu, merusak akhlaqmu, merendahkan martabatmu.
hijrahlah dari kebiasaan burukmu, dari akhlaq kasarmu, hijrahlah dari gaya hidup yg mendekati zina, dekat pada kemaksiatan, fikiran yg mesum dan keji, hayal-hayalan tinggi,
hijrahlah dari kebiasaan mengidolakan orang-orang kafir, baik artis ataupun olaharagawan..
hijrah dari kemalasan dan narsis yg mendarah daging...
Rosul mengingatkan bahwa hijrah adalah Meninggalkan apa-apa yg Allah larang atau benci
وَالْمُهَاجِرُ مَنْ هَجَرَ مَا نَهَى اللَّهُ عَنْهُ
orang yang hijrah adalah orang yang hijrah dari apa yang telah dilarang Allah swt. (H.R. Bukhari, Abu Dawud, dan Nasa’i)
hijrah juga bermakna meninggalkan dosa dan menegakkan ibadah kita
الْهِجْرَةُ أَنْ تَهْجُرَ الْفَوَاحِشَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ وَتُقِيمَ الصَّلَاةَ وَتُؤْتِيَ الزَّكَاةَ ثُمَّ أَنْتَ مُهَاجِرٌ وَإِنْ مُتَّ بِالْحَضَرِ
"Hijrah itu adalah engkau jauhi perbuatan keji baik yang nampak maupun yang tidak, engkau tunaikan shalat dan zakat, dan engkau disebut seorang muhajir meskipun engkau meninggal di tempat."(HR. Ahmad dan Bazzar).
hijrah berarti meninggalkan dosa dan kemusyrikan
وَالرُّجْزَ فَاهْجُرْ
"dan Rujza maka tinggalkanlah (hijrahlah)" almudatsir:5
ulama memaknai rujza dengan makna dosa dan juga berhala, maka hijrahlah haruslah membuat kita meninggalkan kemaksiatan dan kemusyrikan
hijrah adalah perjalanan menuju kasih sayang Allah
أُوْلئِكَ يَرْجُونَ رَحْمَةَ اللهِ
“Mereka itu mengharapkan rahmat Allah“, 2:218
ini adalah visi kehidupan manusia, mencari rahmat Allah kasih sayang Allah, berharap cinta Allah apapun resikonya...
maka orang yang hijrah siap meninggalkan yang ia cintai ,negeri, harta, keluarga dan teman sejawatnya untuk mendekatkan diridiri kepada Allah
Balasan Bagi Orang yang Berhijrah...
" Orang-orang yang beriman, berhijrah dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan diri mereka, adalah lebih tinggi derajatnya di sisi Allah; dan itulah orang-orang yang mendapat kemenangan (QS 9:20).
Barangsiapa berhijrah di jalan Allah, niscaya mereka mendapati di muka bumi ini tempat hijrah yang luas dan rezki yang banyak. Barangsiapa keluar dari rumahnya dengan maksud berhijrah kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian kematian menimpanya (sebelum sampai ke tempat yang dituju), maka sungguh telah tetap pahalanya di sisi Allah. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.(4:100)
ثُمَّ إِنَّ رَبَّكَ لِلَّذِينَ هَاجَرُوا مِنْ بَعْدِ مَا فُتِنُوا ثُمَّ جَاهَدُوا وَصَبَرُوا إِنَّ رَبَّكَ مِنْ بَعْدِهَا لَغَفُورٌ رَحِيمٌ
Dan sesungguhnya Tuhanmu (pelindung) bagi orang-orang yang berhijrah sesudah menderita cobaan, kemudian mereka berjihad dan sabar; sesungguhnya Tuhanmu sesudah itu benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. 16:110
dalam ayat-ayat diatas ada banyak balasan untuk orang yg berhijrah...
1.Allah tinggikan derajatnya
2.Allah berikan kemenangan/kesuksesan
3.kelapangan hidup
4.rizki yang banyak
5.Allah berikan pahala
6.Allah berikan ampunan
7.Allah sayangi
8. Allah lindungi
Kamis, 07 April 2011
Amanah... Jalan Menuju Kemenangan
by Ismeidas Makfiansah on Thursday
Kata amanah (اَمَانَة) mashdar dari kata amina - ya’manu - amnan - wa amânatan (اَمَانَةً وَ -اَمْنًا -يَأْمَنُ - اَمِنَ). Kata kerja ini bermakna “aman”, “tenteram”, “tenang”, dan “hilangnya rasa takut”.
عَنْ أَبِي ذَرٍّ قَالَ قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَلَا تَسْتَعْمِلُنِي قَالَ فَضَرَبَ بِيَدِهِ عَلَى مَنْكِبِي ثُمَّ قَالَ يَا أَبَا ذَرٍّ إِنَّكَ ضَعِيفٌ وَإِنَّهَا أَمَانَةُ وَإِنَّهَا يَوْمَ الْقِيَامَةِ خِزْيٌ وَنَدَامَةٌ إِلَّا مَنْ أَخَذَهَا بِحَقِّهَا وَأَدَّى الَّذِي عَلَيْهِ فِيهَا
”Hai Abu Dzar kau seorang yang lemah, dan jabatan itu sebagai amanah, yang di hari kiamat kelak akan menjadi penyesalan dan kehinaan, kecuali bagi orang yang dapat menunaikan kewajibannya dan memenuhi tanggung jawabnya.” (THR Muslim)
1. Perintah Allah
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَخُونُوا اللَّهَ وَالرَّسُولَ وَتَخُونُوا أَمَانَاتِكُمْ وَأَنْتُمْ تَعْلَمُونَ
“Artinya : Wahai orang-orang yang beriman janganlah kamu mengkhianati Allah dan Rasul (Muhammad) dan (juga) janganlah kamu mengkhianati amanah-amanah yang dipercayakan kepadamu sedangkan kamu mengetahui. Dan ketahuilah, bahwa hartamu dan anak-anakmu itu hanyalah sebagai cobaan dan sesungguhnya di sisi Allah-lah pahala yang besar. ” [Al-Anfal : 27-28]
َدِّ اْلأَمَانَةَ إِلَى مَنِ ائْتَمَنَكَ وَلاَتَخُنْ مَنْ خَانَكَ
“Tunaikanlah amanah kepada orang yang memberi amanah kepadamu, dan janganlah kamu mengkhianati orang yang mengkhianatimu” [ Abu Dawud ]
إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُكُمْ أَنْ تُؤَدُّوا الْأَمَانَاتِ إِلَىٰ أَهْلِهَا وَإِذَا حَكَمْتُمْ بَيْنَ النَّاسِ أَنْ تَحْكُمُوا بِالْعَدْلِ
“Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya
2. Jalan Menuju Kemenangan
وَالَّذِينَ لأََمنتهِم وَعَهْدِهِم راَعُون
Dan orang-orang yang memelihara amanah-amanah (yang dipikulnya) dan
janjinya. [Al Mukminun:8]
3. Sifat para nabi dan rasul
Shidq, Amanah, Tabligh, Fathonah
4. Ciri Keimanan
وَالْمُؤْمِنُ مَنْ أمنهُ النَّاسُ عَلَى دِمَائِهِمْ وَأَمْوَالِهِمْ
"Dan seorang mukmin adalah orang yang menjaga amanah manusia terhadap darah dan harta mereka."
لاَ إيْمَانَ لِمَنْ لاَ أَمَانَةَ لَهُ وَلاَدِيْنَ لِمَنْ لاَعَهْدَ لَهُ
“Tidak ada iman (yang sempurna) bagi orang yang tidak ada amanah padanya, dan tidak ada agama (yang sempurna) bagi orang yang tidak menepati janji.”
5. Terhindar dari kemunafikan
عن أَبي هريرة ، رضي اللَّه عنه ، أن رسولَ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قال : « آيَةُ المُنَافِقِ ثَلاثٌ: إِذَا حَدَّثَ كَذَبَ ، وَإِذَا وَعَدَ أَخْلَفَ ، وإِذَا آؤْتُمِنَ خَانَ » متفقٌ عليه.
وفي رواية : « وَإِنْ صَامَ وَصَلَّى وزعَمَ أَنَّهُ مُسْلِمٌ » .
Dari Abu Hurairah r.a. bahwasanya Rasulullah Sholallahu ‘alahi Wasallam bersabda:
“Tanda orang munafik itu tiga macam yaitu jikalau berkata ia dusta, jikalau berjanji ia menyalahi – tidak menepati – dan jikalau diberi amanah lalu ia khianati.” (Muttafaq ‘alaih)
Dalam riwayat lain disebutkan-dengan tambahan: “
Sekalipun ia berpuasa, sholat dan menyangka bahawa ia seorang muslim.”
6. Nilainya Lebih Baik dari Dunia Seisinya
أَرْبَعٌ إِذاَ كُنَّ فِيْكَ فَلاَ عَلَيْكَ مَا فَاتَكَ مِنَ الدُّنْيَا: صِدْقُ الْحَدِيْثِ وَحِفْظُ اْلأَمَانَةِ وَحُسْنُ الْخُلُقِ وَعِفَّةُ مَطْعَمِ.
"Empat perkara, apabila ada padamu, maka tidak mengapa engkau kehilangan dunia: benar ucapan, menjaga amanah, akhlak yang baik, dan menjaga makanan (dari yang tidak baik)."
7. Penolong di Titian Hari Qiamah
وَتُرْسَلُ اْلأَمَانَةُ وَالرَّحِمُ فَتَقُوْمَانِ جَنْبَيِ الصِّرَاطِ يَمِيْنًا وَشَمَالاً...
"Dan dikirimlah amanah dan silaturrahim, maka keduanya berdiri di kedua sisi titian, sebelah kanan dan kiri…"
8. Terjaga dari Neraka
ضرب الله مثلا للذين كفروا امرأة نوح وامرأة لوط كانتا تحت عبدين من عبادنا صالحين فخانتاهما فلم يغنيا عنهما من الله شيئا وقيل ادخلا النار مع الداخلين
Allah membuat istri Nuh dan istri Lut perumpamaan bagi orang-orang kafir. Keduanya berada di bawah pengawasan dua orang hamba yang saleh di antara hamba-hamba Kami; lalu kedua istri itu berkhianat kepada kedua suaminya, maka kedua suaminya itu tiada dapat membantu mereka sedikit pun dari (siksa) Allah; dan dikatakan (kepada keduanya); "Masuklah ke neraka bersama orang-orang yang masuk (neraka)
Diantara amanah yang ada ditangan kita
"tiap anda adalah pemimpin, dan tiap pemimpin diminta pertanggung-jawaban atas yg dipimpinnya” (THR. Muslim)
لاَ تَزُوْلُ قَدَمُ ابْنِ آدَمَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مِنْ عِنْدِ رَبِّهِ حَتَّى يُسْأَلَ عَنْ خَمْسٍ: عَنْ عُمْرِهِ فِيْمَ أَفْنَاهُ, وَعَنْ شَبَابِهِ فِيْمَ أَبْلاَهُ, وَمَالِهِ مِنْ أَيْنَ اكْتَسَبَهُ وَفِيْمَ أَنْفَقَهُ, وَمَاذَا عَمِلَ فِيْمَا عَلِمَ؟
“Tidak akan bergerak kaki anak Adam pada hari kiamat dari sisi Rabbnya sampai dia ditanya dengan lima pertanyaan: Tentang umurnya kemana dia habiskan, tentang masa mudanya dimana dia usangkan, tentang hartanya dari mana dia mendapatkannya dan kemana dia belanjakan, dan apa yang sudah dia amalkan dari ilmunya?” (HR. At-Tirmizi no. 2416 )
إن الله يحب أحدكم إذا عمل عملاً أن يتقنه
Artinya: "Sesungguhnya Allah Swt. menyukai bila kalian melakukan sesuatu pekerjaan dengan rapi. (HR. Abu Ya'la, )
وَالْمَرْأَةُ رَاعِيَةٌ عَلَى بَيْتِ بَعْلِهَا وَوَلَدِهِ وَهِيَ مَسْئُولَةٌعَنْهُمْ
Seorang wanita adalah pemimpin di dalam urusan rumah tangga sertaanak-anaknya dan akan dimintai pertanggungjawaban atas apa yang dipimpinnya.[H.R.Muslim]
عَنْ أَبِي ذَرٍّ قَالَ قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَلَا تَسْتَعْمِلُنِي قَالَ فَضَرَبَ بِيَدِهِ عَلَى مَنْكِبِي ثُمَّ قَالَ يَا أَبَا ذَرٍّ إِنَّكَ ضَعِيفٌ وَإِنَّهَا أَمَانَةُ وَإِنَّهَا يَوْمَ الْقِيَامَةِ خِزْيٌ وَنَدَامَةٌ إِلَّا مَنْ أَخَذَهَا بِحَقِّهَا وَأَدَّى الَّذِي عَلَيْهِ فِيهَا
”Hai Abu Dzar kau seorang yang lemah, dan jabatan itu sebagai amanah, yang di hari kiamat kelak akan menjadi penyesalan dan kehinaan, kecuali bagi orang yang dapat menunaikan kewajibannya dan memenuhi tanggung jawabnya.” (HR Muslim)
قُلْ إِنَّ صَلاَتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ
Katakanlah: "Sesungguhnya shalatku, ibadatku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam, (QS. Al-An'am : 162)
Kata amanah (اَمَانَة) mashdar dari kata amina - ya’manu - amnan - wa amânatan (اَمَانَةً وَ -اَمْنًا -يَأْمَنُ - اَمِنَ). Kata kerja ini bermakna “aman”, “tenteram”, “tenang”, dan “hilangnya rasa takut”.
عَنْ أَبِي ذَرٍّ قَالَ قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَلَا تَسْتَعْمِلُنِي قَالَ فَضَرَبَ بِيَدِهِ عَلَى مَنْكِبِي ثُمَّ قَالَ يَا أَبَا ذَرٍّ إِنَّكَ ضَعِيفٌ وَإِنَّهَا أَمَانَةُ وَإِنَّهَا يَوْمَ الْقِيَامَةِ خِزْيٌ وَنَدَامَةٌ إِلَّا مَنْ أَخَذَهَا بِحَقِّهَا وَأَدَّى الَّذِي عَلَيْهِ فِيهَا
”Hai Abu Dzar kau seorang yang lemah, dan jabatan itu sebagai amanah, yang di hari kiamat kelak akan menjadi penyesalan dan kehinaan, kecuali bagi orang yang dapat menunaikan kewajibannya dan memenuhi tanggung jawabnya.” (THR Muslim)
1. Perintah Allah
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَخُونُوا اللَّهَ وَالرَّسُولَ وَتَخُونُوا أَمَانَاتِكُمْ وَأَنْتُمْ تَعْلَمُونَ
“Artinya : Wahai orang-orang yang beriman janganlah kamu mengkhianati Allah dan Rasul (Muhammad) dan (juga) janganlah kamu mengkhianati amanah-amanah yang dipercayakan kepadamu sedangkan kamu mengetahui. Dan ketahuilah, bahwa hartamu dan anak-anakmu itu hanyalah sebagai cobaan dan sesungguhnya di sisi Allah-lah pahala yang besar. ” [Al-Anfal : 27-28]
َدِّ اْلأَمَانَةَ إِلَى مَنِ ائْتَمَنَكَ وَلاَتَخُنْ مَنْ خَانَكَ
“Tunaikanlah amanah kepada orang yang memberi amanah kepadamu, dan janganlah kamu mengkhianati orang yang mengkhianatimu” [ Abu Dawud ]
إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُكُمْ أَنْ تُؤَدُّوا الْأَمَانَاتِ إِلَىٰ أَهْلِهَا وَإِذَا حَكَمْتُمْ بَيْنَ النَّاسِ أَنْ تَحْكُمُوا بِالْعَدْلِ
“Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya
2. Jalan Menuju Kemenangan
وَالَّذِينَ لأََمنتهِم وَعَهْدِهِم راَعُون
Dan orang-orang yang memelihara amanah-amanah (yang dipikulnya) dan
janjinya. [Al Mukminun:8]
3. Sifat para nabi dan rasul
Shidq, Amanah, Tabligh, Fathonah
4. Ciri Keimanan
وَالْمُؤْمِنُ مَنْ أمنهُ النَّاسُ عَلَى دِمَائِهِمْ وَأَمْوَالِهِمْ
"Dan seorang mukmin adalah orang yang menjaga amanah manusia terhadap darah dan harta mereka."
لاَ إيْمَانَ لِمَنْ لاَ أَمَانَةَ لَهُ وَلاَدِيْنَ لِمَنْ لاَعَهْدَ لَهُ
“Tidak ada iman (yang sempurna) bagi orang yang tidak ada amanah padanya, dan tidak ada agama (yang sempurna) bagi orang yang tidak menepati janji.”
5. Terhindar dari kemunafikan
عن أَبي هريرة ، رضي اللَّه عنه ، أن رسولَ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قال : « آيَةُ المُنَافِقِ ثَلاثٌ: إِذَا حَدَّثَ كَذَبَ ، وَإِذَا وَعَدَ أَخْلَفَ ، وإِذَا آؤْتُمِنَ خَانَ » متفقٌ عليه.
وفي رواية : « وَإِنْ صَامَ وَصَلَّى وزعَمَ أَنَّهُ مُسْلِمٌ » .
Dari Abu Hurairah r.a. bahwasanya Rasulullah Sholallahu ‘alahi Wasallam bersabda:
“Tanda orang munafik itu tiga macam yaitu jikalau berkata ia dusta, jikalau berjanji ia menyalahi – tidak menepati – dan jikalau diberi amanah lalu ia khianati.” (Muttafaq ‘alaih)
Dalam riwayat lain disebutkan-dengan tambahan: “
Sekalipun ia berpuasa, sholat dan menyangka bahawa ia seorang muslim.”
6. Nilainya Lebih Baik dari Dunia Seisinya
أَرْبَعٌ إِذاَ كُنَّ فِيْكَ فَلاَ عَلَيْكَ مَا فَاتَكَ مِنَ الدُّنْيَا: صِدْقُ الْحَدِيْثِ وَحِفْظُ اْلأَمَانَةِ وَحُسْنُ الْخُلُقِ وَعِفَّةُ مَطْعَمِ.
"Empat perkara, apabila ada padamu, maka tidak mengapa engkau kehilangan dunia: benar ucapan, menjaga amanah, akhlak yang baik, dan menjaga makanan (dari yang tidak baik)."
7. Penolong di Titian Hari Qiamah
وَتُرْسَلُ اْلأَمَانَةُ وَالرَّحِمُ فَتَقُوْمَانِ جَنْبَيِ الصِّرَاطِ يَمِيْنًا وَشَمَالاً...
"Dan dikirimlah amanah dan silaturrahim, maka keduanya berdiri di kedua sisi titian, sebelah kanan dan kiri…"
8. Terjaga dari Neraka
ضرب الله مثلا للذين كفروا امرأة نوح وامرأة لوط كانتا تحت عبدين من عبادنا صالحين فخانتاهما فلم يغنيا عنهما من الله شيئا وقيل ادخلا النار مع الداخلين
Allah membuat istri Nuh dan istri Lut perumpamaan bagi orang-orang kafir. Keduanya berada di bawah pengawasan dua orang hamba yang saleh di antara hamba-hamba Kami; lalu kedua istri itu berkhianat kepada kedua suaminya, maka kedua suaminya itu tiada dapat membantu mereka sedikit pun dari (siksa) Allah; dan dikatakan (kepada keduanya); "Masuklah ke neraka bersama orang-orang yang masuk (neraka)
Diantara amanah yang ada ditangan kita
"tiap anda adalah pemimpin, dan tiap pemimpin diminta pertanggung-jawaban atas yg dipimpinnya” (THR. Muslim)
لاَ تَزُوْلُ قَدَمُ ابْنِ آدَمَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مِنْ عِنْدِ رَبِّهِ حَتَّى يُسْأَلَ عَنْ خَمْسٍ: عَنْ عُمْرِهِ فِيْمَ أَفْنَاهُ, وَعَنْ شَبَابِهِ فِيْمَ أَبْلاَهُ, وَمَالِهِ مِنْ أَيْنَ اكْتَسَبَهُ وَفِيْمَ أَنْفَقَهُ, وَمَاذَا عَمِلَ فِيْمَا عَلِمَ؟
“Tidak akan bergerak kaki anak Adam pada hari kiamat dari sisi Rabbnya sampai dia ditanya dengan lima pertanyaan: Tentang umurnya kemana dia habiskan, tentang masa mudanya dimana dia usangkan, tentang hartanya dari mana dia mendapatkannya dan kemana dia belanjakan, dan apa yang sudah dia amalkan dari ilmunya?” (HR. At-Tirmizi no. 2416 )
إن الله يحب أحدكم إذا عمل عملاً أن يتقنه
Artinya: "Sesungguhnya Allah Swt. menyukai bila kalian melakukan sesuatu pekerjaan dengan rapi. (HR. Abu Ya'la, )
وَالْمَرْأَةُ رَاعِيَةٌ عَلَى بَيْتِ بَعْلِهَا وَوَلَدِهِ وَهِيَ مَسْئُولَةٌعَنْهُمْ
Seorang wanita adalah pemimpin di dalam urusan rumah tangga sertaanak-anaknya dan akan dimintai pertanggungjawaban atas apa yang dipimpinnya.[H.R.Muslim]
عَنْ أَبِي ذَرٍّ قَالَ قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَلَا تَسْتَعْمِلُنِي قَالَ فَضَرَبَ بِيَدِهِ عَلَى مَنْكِبِي ثُمَّ قَالَ يَا أَبَا ذَرٍّ إِنَّكَ ضَعِيفٌ وَإِنَّهَا أَمَانَةُ وَإِنَّهَا يَوْمَ الْقِيَامَةِ خِزْيٌ وَنَدَامَةٌ إِلَّا مَنْ أَخَذَهَا بِحَقِّهَا وَأَدَّى الَّذِي عَلَيْهِ فِيهَا
”Hai Abu Dzar kau seorang yang lemah, dan jabatan itu sebagai amanah, yang di hari kiamat kelak akan menjadi penyesalan dan kehinaan, kecuali bagi orang yang dapat menunaikan kewajibannya dan memenuhi tanggung jawabnya.” (HR Muslim)
قُلْ إِنَّ صَلاَتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ
Katakanlah: "Sesungguhnya shalatku, ibadatku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam, (QS. Al-An'am : 162)
Langganan:
Postingan (Atom)